Pengertian itu Penting, tapi jangan sepelekan komunikasi

Cerita ini berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada saya dan suami. Alhamdulillah sesuai harapan, saya mendapatkan suami yang sangat pengertian. Ya, menurut saya hal itu merupakan sebuah sikap yang sangat penting dalam menjalin hubungan baik dengan suami maupun dengan orang lain.
Singkat cerita saya dan suami seringkali bergantian ataupun bekerjasama merawat anak, termasuk saat memandikan. Suatu hari setelah memasak air panas saya tuangkan air panas tersebut ke dalam ember yang telah disiapkan. Selanjutnya suami menuangkan air dingin hingga siap digunakan. Setelah ember penuh, ternyata air menjadi cenderung dingin dan tidak hangat lagi. Padahal tujuan kami memasak air panas tentu saja agar bisa digunakan sebagai air hangat untuk mandi.
Mengapa terjadi demikian? Bisa dibilang hal ini karena saking pengertiannya kami berdua terhadap kebiasaan masing-masing, termasuk dalam menyiapkan keperluan mandi. Yang sudah-sudah saya memasak air dalam takaran yang ternyata setelah dituangkan ke ember hingga ember terisi penuh jadinya air tersebut cenderung masih panas. Namun hari itu belajar dari pengalaman maka saya memasak air lebih sedikit dari biasanya agar ketika dituangkan air dingin ke ember menghasilkan panas yang cukup (hangat). Dan rupa hari itu suami memutuskan menuangkan air hingga melebihi kapasitas ember dan sebagian air tumpah dengan tujuan sama, agar ketika dituangkan air dingin ke ember menghasilkan panas yang cukup (hangat). Hal ini ia lakukan karena ia berpikir istrinya akan memasak air dengan takaran seperti biasanya di mana saat dituangkan air dingin maka hasilnya air masih cenderung panas, maka ia lebihkan air dingin yang ia tuangkan. Walhasil hari itu hasil dari perpaduan air panas dan air dingin di ember menjadi menjadi cenderung dingin alias tidak hangat lagi.
Ya, tindakan kami hari itu berdasarkan sikap saling pengertian atas kebiasaan masing-masing dan respon atas hal tersebut. Tapi salahnya, kami tidak mengkomunikasikan hal tersebut hingga yang terjadi hasilnya menjadi kurang sesuai harapan. Ternyata pengertian memang penting, namun komunikasi tidak bisa disepelekan agar apa yang kita lakukan bisa kita persiapkan berdasarkan apa yang telah dikomunikasikan.
Untungnya lagi-lagi, kami saling pengertian, hingga hal tersebut tidak kami besar-besarkan J

Comments